Artikelnews.com, Parepare — Unit Hemodialisis RSUD Andi Makkasau Kota Parepare resmi meluncurkan inovasi pelayanan publik unggulan bernama ZONASI-HD (Zona Akurasi Sistematik Indikator Hemodialisis). Inovasi berbasis triase digital ini hadir untuk meningkatkan keselamatan pasien cuci darah melalui pemantauan kelebihan cairan tubuh secara dini, akurat, dan terstandarisasi.

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) mengharuskan pasien menjalani terapi Hemodialisis (HD) secara berkala. Namun, ancaman terbesar keselamatan pasien justru terjadi di luar jadwal cuci darah, yaitu lonjakan berat badan akibat akumulasi cairan (Interdialytic Weight Gain / IDWG). Kelebihan cairan di atas 5% berisiko fatal memicu krisis hipertensi, gagal jantung kongestif, hingga edema paru akut (paru-paru basah).

Menjawab tantangan tersebut, ZONASI-HD mengonversi perhitungan medis manual yang rumit menjadi sistem triase berbasis Psikologi Warna yang intuitif:
🟢 Zona Hijau (IDWG < 3%): Kondisi cairan aman. Pasien menerima edukasi pemeliharaan kepatuhan.
🟡 Zona Kuning (IDWG 3% – 5%): Waspada kelebihan cairan. Tim medis melakukan konseling diet natrium dan penyesuaian program mesin dialisis.
🔴 Zona Merah (IDWG > 5%): Kritis/Bahaya. Aktivasi protokol emergensi (“Aksi Cerdik”) oleh perawat mahir dan dokter spesialis secara instan.

“Melalui ZONASI-HD, kami mengubah pola pelayanan dari sekadar ‘mengobati saat kritis’ menjadi ‘mencegah sebelum kritis’. Pasien tidak perlu pusing melihat angka persentase medis yang rumit; cukup melihat zona warna, mereka langsung paham kondisi tubuhnya dan tergerak untuk disiplin membatasi asupan minum di rumah,” ujar Tim Inovasi Unit HD RSUD Andi Makkasau, Harianah Akib, S.Kep,Ns.,M.Kes.

Implementasi ZONASI-HD terbukti memangkas waktu asesmen risiko dari 5 menit menjadi kurang dari 30 detik, serta menurunkan angka kejadian gawat darurat akibat sesak napas akut secara signifikan.

Inovasi ini menegaskan komitmen RSUD Andi Makkasau Parepare dalam menghadirkan layanan kesehatan yang Cepat, Akurat, dan Selamat.