Artikelnews, Makassar – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menghadiri kegiatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan yang dirangkaikan dengan pembagian paket beras bagi pengemudi ojek online, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bulog, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pada kesempatan ini, Bupati Gowa St Husniah Talenrang, hadir mendampingi Menko Pangan.
Selain pembagian paket beras kepada pengemudi ojek online, Menko Pangan juga meninjau pelaksanaan program makan bergizi bagi pelajar.
Ia mengapresiasi menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, termasuk siswa SMA, yang dinilai sudah variatif dan mengikuti selera generasi muda.
“Tadi kita lihat anak-anak SMA penerima manfaat. Menunya sudah bagus, ada spaghetti, chicken teriyaki. Ini menunjukkan kualitas gizi dan penyajian makanan semakin baik dan relevan dengan anak-anak sekarang,” ungkapnya.
Zulkifli Hasan juga menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pemenuhan protein masyarakat, termasuk di wilayah pesisir dan kampung nelayan.
Program ketahanan pangan, menurutnya, harus berjalan merata dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan turut menyoroti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pengelolaan lingkungan dengan konsep “Indonesia Asri”—aman, sehat, resik, dan indah.
Salah satu fokus utama adalah penyelesaian persoalan sampah melalui pengolahan waste to energy.
“Kita targetkan dalam dua tahun ke depan, pengelolaan sampah bisa diolah menjadi energi listrik. Ini bukan hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tapi juga membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Program pengelolaan sampah ini, lanjut Zulkifli Hasan, juga dimulai dari sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di Makassar seperti MAN 1 Makassar, SMA Negeri 1 Makassar, dan SMA Negeri 3 Makassar telah didorong untuk menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan didaur ulang, sementara sampah organik dapat diolah menjadi pupuk.
Terkait stabilitas harga pangan, Menko Pangan menegaskan instruksi Presiden agar harga bahan pokok selama Ramadan dan Lebaran tidak boleh mengalami kenaikan.
“Harga boleh turun, tapi tidak boleh naik. Itu perintah Presiden. Karena itu kita lakukan pasar murah seperti di Bulog ini, ada beras, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” tegasnya.
Untuk pengawasan harga dan distribusi, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk Bulog, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan. Zulkifli Hasan memastikan pengawasan dilakukan secara ketat hingga ke lapangan.
“Stok aman dan banyak. Bahkan harga-harga di Makassar dan Gowa saat ini berada di bawah rata-rata nasional. Cabe dan komoditas lain juga relatif lebih murah,” tambahnya.
Namun demikian, ia mengakui faktor cuaca, khususnya musim hujan, dapat memengaruhi produksi pangan seperti cabai akibat kegagalan panen. Oleh karena itu, langkah antisipasi terus dilakukan untuk menjaga pasokan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah menegaskan keseriusannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, stabilitas harga, peningkatan gizi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan demi kesejahteraan rakyat.
Dalam kegiatan tersebut, Menko Pangan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri.
Ia memastikan ketersediaan stok pangan strategis, terutama beras, berada dalam kondisi aman dan mencukupi.“Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang terjangkau dan berkualitas.
Kita ingin memastikan pangan itu aman, sehat, dan sesuai dengan standar gizi,” ujar Zulkifli Hasan di hadapan awak media.





Tinggalkan Balasan