Artikelnews.com, Parepare — Anggota DPRD Kota Parepare Jusvari Genda melanjutkan reses atau temu konstituennya pada hari kedua, Ahad (15/2/2026).

Kini penjaringan aspirasi masyarakat melalui reses dilakukan di Komplek BTN Timurama, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Parepare.

Di hadapan ratusan warga yang hadir dalam reses, Jusvari Genda memaparkan kondisi keuangan daerah saat ini yang terkena dampak efisiensi ditambah pemotongan dana transfer dari Pemerintah Pusat senilai Rp101 miliar.

Kondisi ini turut berdampak pada reses. Tahun lalu satu masa reses untuk tiga titik, tahun ini satu masa reses hanya untuk dua titik. Praktis, jumlah undangan reses pun dikurangi.

Namun Jusvari Genda, legislator asal Dapil Kecamatan Bacukiki, meyakinkan, meski tengah dalam kondisi efisiensi dan pemangkasan anggaran transfer pusat, dia tetap siap mengawal dan memperjuangkan aspirasi usulan masyarakat terutama yang urgent.

“Manfaatkan reses untuk usulkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi pertemuan ini untuk mendengarkan aspirasi, dan usulan mendesak pastinya diprioritaskan,” kata Jusvari yang akrab disapa Pamulang.

Melalui reses masyarakat bisa mengusulkan bantuan dan kegiatan fisik. Seperti bantuan UMKM, pelatihan, pertukangan, pertanian dan lainnya. Kegiatan fisik bisa perbaikan jalan, drainase, lampu jalan dan lainnya

Setiap usulan akan dicatat dalam kertas usulan sebagai hasil reses untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan.

“Tapi yang mesti masyarakat ketahui adalah DPRD bukan eksekutor. DPRD selaku legislator mengawal dan mengawasi pelaksanaan kegiatan dan setiap usulan masyarakat,” ingat Jusvari yang merupakan Anggota Komisi III DPRD Parepare.

Beberapa aspirasi usulan masyarakat yang mencuat dalam reses di antaranya, dari Ibu Wia, warga Timurama, yang mengharapkan bantuan lemari etalase untuk usaha UMKM.

Kemudian Ahmad Karim, Ketua RT 02 Timurama, mengusulkan rehab jalan di Timurama yang hampir 15 tahun belum tersentuh pemeliharaan.

Dia juga mempertanyakan masalah penonaktifan PBI-JK, dan seorang janda di Timurama yang butuh sentuhan bantuan.

“Saya juga ini pelaku UMKM, penjual bakso keliling. Saya berharap kepada pemerintah melalui bapak anggota dewan, tolong UMKM didata dan dibina. Terutama titik-titik di mana bisa ditempati berusaha. Jangan main kucing-kucingan dengan Satpol PP. Agar kami bisa berusaha dengan baik, aman dan nyaman,” harap Ahmad Karim.

Sementara, Rahman Jafar, warga Perumnas, juga mengusulkan rehab jalan yang belum tersentuh sejak 2013 lalu.

Aspirasi sama diungkap Hasbi Latif, warga Timurama lainnya, terkait jalan yang butuh perbaikan, drainase buruk, dan masih kurangnya penerangan jalan di Timurama.

Menanggapi setiap usulan, Jusvari Genda meyakinkan bahwa dalam kondisi efisiensi anggaran, pemerintah memprioritaskan hal-hal yang urgent.

“Pastinya setiap usulan akan kami kawal, terutama anggarannya agar tidak hilang atau digeser. Karena kondisi efisiensi anggaran saat ini, pemerintah mementingkan yang paling urgent,” tandas Jusvari Genda, legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Turut serta menghadiri reses, istri Jusvari Genda, Hasriani Sarman SPd, beserta tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, dan tim Jusvari Genda.