Artikelnews.com, Parepare — Kota Parepare mengejar target untuk kembali menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya pada penilaian atau evaluasi penyelenggaraan KLA 2026.
Parepare pada 2021 hingga 2023, sukses tiga kali berturut-turut menyandang predikat KLA kategori Nindya atau setingkat di bawah kategori Utama. Namun karena terjadi perubahan indikator dan instrumen penilaian pada 2024-2025, Parepare pun turun setingkat menjadi kategori Madya.
Karena itu, target untuk kembali menyandang KLA kategori Nindya dipertegas dalam rapat Mentoring Indikator Evaluasi Mandiri KLA 2026 melalui virtual yang diikuti langsung oleh Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Senin (2/3/2026).
Sekda Kota Parepare selaku Ketua Tim Gugus Tugas KLA Parepare Amarun Agung Hamka yang memimpin rapat Mentoring, menekankan, KLA menuntut sinergitas pada semua pemangku kepentingan dengan prinsip kepentingan terbaik untuk anak.
“Parepare tidak boleh hanya kuat administrasi, tapi juga harus kuat implementasi. Karena kita pertaruhkan masa depan anak Parepare. Jadi jangan hanya sekadar kejar skoring, tapi juga mengejar hak anak untuk dipenuhi. Kalau hak anak terpenuhi itulah keberhasilan Parepare sebagai Kota Layak Anak,” ingat Hamka, sapaan akrab Sekda.
Karena itu, Hamka mendorong agar peningkatan kualitas pemenuhan hak anak harus terus menerus dilakukan oleh semua pihak sehingga Kota Layak Anak tidak hanya simbol atau slogan tetapi menjadi implementasi dalam menyiapkan anak-anak sebagai generasi sehat, cerdas, dan berakhlak melalui perlindungan dan pemenuhan hak anak.
“Kepentingan terbaik untuk anak-anak kita, bukan kepentingan sektoral, dan bukan hanya kepentingan administratif. Jadi tahun 2026 kita harus kembali meraih Nindya,” tegas Hamka.

Penekanan sama diungkap Wali Kota Tasming Hamid. Tasming mengemukakan, KLA adalah salah satu bentuk keberpihakan Pemerintah Kota Parepare dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
Hal itu dibuktikan dengan adanya Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan KLA Kota Parepare.
“Untuk itu diharapkan dukungan dari semua pihak baik OPD, instansi vertikal, perguruan tinggi, lembaga, masyarakat, media massa, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, unsur anak dalam penyelenggaraan KLA ini. Diharapkan keberhasilan Kota Parepare nantinya dalam penyelenggaraan KLA, sesuai dengan keadaan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” harap Tasming.
KLA adalah Kabupaten/Kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan dalam 5 klaster.
Kelima klaster itu adalah Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya, Perlindungan Khusus, serta Kecamatan dan Kelurahan Layak Anak.
“Tahun 2024-2025 Parepare berada pada kategori Madya, karena itu diharapkan tahun 2026 Kota Parepare dapat kembali meraih kategori Nindya dengan dukungan seluruh unsur yang ada,” pinta Tasming.
Rapat Mentoring dipandu oleh Kepala Bappeda selaku Wakil Ketua Tim Gugus Tugas KLA Zulkarnaen Nasrun, diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Jumadi M selaku Sekretaris Tim Gugus Tugas KLA, Fasilitator KLA Nilawati A Ridha, unsur Forkopimda.
Serta seluruh Perangkat Daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, Forum Anak, Forum Generasi Berencana (Genre), media massa dan stakeholder lainnya yang masuk dalam Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Parepare.





Tinggalkan Balasan