Artikelnews, Jakarta – Akademisi sekaligus aktivis Rocky Gerung dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prabowo Subianto pada Jumat (2/10/2/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Namun, usai pelantikan tersebut sejumlah tanggapan sinis bermunculan dari sederet selebriti dan influencer yang mengurai respon satire menanggapi keputusan Rocky Gerung untuk masuk ke lingkaran ‘Istana’.

Pasalnya, sebelumnya Rocky dikenal paling vocal dan keras mengkritisi tiap kebijakan pemerintahan sejak lama.

Namun di era kepemimpinan Presiden Prabowo, Rocky disebut mengubah haluan dan merapat ke kubu penguasa.

Atas keputusannya itu, Rocky pun disentil sejumlah publik figur.

Dilansir dari Sripoku.com, Sabtu (3/10/2026), berikut tanggapan dan sindiran pedas dari sejumlah artis Indonesia terhadap pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres.

  1. Omara Esteghlal

Artis pertama yang disebut menyentil pelantikan Rocky Gerung menjadi Wantimpres itu adalah Omara Esteghlal.

Aktor kenamaan itu membuat utas di Threads pribadinya terkait dengan sosok yang dulu lantang mengkritik tapi sekarang dilantik.

Meski tak frontal menyebutkan nama, publik ramai menduga bahwa utas Omara itu ditujukkan untuk Rocky Gerung.

“Awalnya paling lantang mengkritik, ujung-ujungnya bahagia dilantik. Ku tak yakin para filsuf yang kau kutip akan bangga dengan kau,” tulis Omara dilansir TribunnewsBogor.com pada Sabtu (3/10/2026).

Lebih lanjut, artis yang juga dikenal sebagai kekasih Prilly Latuconsina itu pun menyinggung slogan yang dulu pernah dipopulerkan Rocky yakni dungu.

“Dulu teriak-teriak “dungu dungu dungu” Sekarang teriaknya “dukung dukung dukung” Ini ngga sengaja atau emang lagi bingung?” tulis Omara.

  1. Pandji Pragiwaksono

Selain Omara, komika sekaligus aktor kenamaan Pandji Pragiwaksono juga disebut menyindir Rocky Gerung usai jadi Wantimpres.

Dalam akun X (Twitter), Pandji menyebut nama Rocky dalam cuitannya.

“Judul #SILA selanjutnya: ROCKY MASUKKHH ISTANAKKHHH. Tunggu tanggal rilisnya,” pungkas Pandji.

  1. Fiersa Besari

Selanjutnya, artis yang disebut merespon satire pelantikan Rocky adalah Fiersa Besari.

Penyanyi sekaligus penulis asal Bandung itu membuat cuitan yang ramai diperbincangkan netizen di X (Twitter).

Namun Fiersa tak gamblang menuliskan siapa sosok yang disindirnya.

“Lama bungkam. Kirain disandera, ternyata dipelihara. Oalah,” tulis Fiersa Besari.

  1. dr Tirta

Sosok terkenal yang juga disebut ikut menanggapi pelantikan Rocky adalah dr Tirta.

Dokter sekaligus influencer dan bintang iklan itu mengurai pandangannya soal sosok kritikus yang kini bergabung ke pemerintahan.

Menurut Tirta, hal tersebut adalah wajar terjadi di dunia politik.

“Dulunya kritikus sekarang gabung juga. Kaget? harusnya engga. Begitulah definisi berpolitik. Ga ada kawan ga ada lawan, semua tergantung kepentingan,” tulis dr Tirta.

“Oleh karenanya, jangan mengkultuskan seseorang. Selalu sisakan ruang kritis,” sambungnya.

Lantaran hal itu, Tirta meminta kepada khalayak agar jangan berekspektasi lebih tentang idola.

“Bisa jadi influencer idolamu kelak nanti juga akan jadi pejabat. Semua kemungkinan itu terbuka. So, kritis dan teruslah belajar. Life long learner,” kata dr Tirta.

“Dokter kok bahas politik? lho s2 kedua saya nanti saya kan soal public health,” sambungnya.

Alasan Rocky Gerung Merapat ke Prabowo

Sebelumnya, Rocky Gerung mengurai alasannya masuk ke pemerintahan.

Kata Rocky, tidak alasan baginya untuk menolak permintaan menjadi Wantimpres Prabowo.

“Alasan gue menolak apa? bukan mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis terhadap kebijakan. Kenapa harus kritis? karena pasti ada persepsi positif, ada persepsi negatif,” ungkap Rocky Gerung.

Lagipula diungkap Rocky, tugas Wantimpres sejatinya adalah untuk memonitor situasi politik dari dalam pemerintahan.

“Pesan khusus diberikan oleh pak presiden bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etnis bukan teknis. Apa itu kedudukan etnis? kemampuan untuk melihat akses-akses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah kebijakan itu supaya sesuai dengan visi presiden. Itu fungsi normatif dari dewan. Tentu ada fungsi yang lebih politis yaitu memonitor situasi politik, situasi kebudayaan. Jadi semua hal yang akan dibicarakan di dalam dewan, didasarkan pada tanggung jawab etnis dari masing-masing anggota,” pungkas Rocky.

“Karena ini urusan publik, maka keahlian diperlukan, naluri harus diandalkan, yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” sambungnya.

Ditegaskan oleh Rocky, pribadinya yang kritis tidak akan berubah meskipun ia bergabung ke istana.

“Saya cuma dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break,” ujar Rocky.