Artikelnews, Mamuju – Penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan misi Pancadaya Gubernur Suhardi Duka untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Upaya ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kecakapan teknologi, tetapi juga membekali generasi muda agar lebih waspada terhadap penipuan digital, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak yang tidak lagi bersekolah.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemprov Sulbar bersama Kaizen Collaborative Impact (Yayasan Cipta Manusia Indonesia) meluncurkan program Scam Ready ASEAN pada Selasa (20/10/2026).
Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka, didampingi Muhammad Nehru Sagena.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan beasiswa pendidikan secara simbolis kepada perwakilan anak tidak sekolah (ATS) binaan pemerintah daerah di ruang kerja gubernur.
Kepala Disdikbud Sulbar, Nehru, mengatakan program Scam Ready ASEAN bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pelajar, guru, serta masyarakat dalam menghadapi penipuan digital dan berbagai ancaman keamanan di ruang daring.
“Program ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pelajar, guru, serta masyarakat dalam menghadapi penipuan digital dan berbagai ancaman keamanan di ruang daring,” kata Nehru, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan kelanjutan kerja sama Pemprov Sulbar dan Kaizen Collaborative Impact yang telah terjalin melalui nota kesepahaman pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Peluncuran program itu juga turut melibatkan Disdikbud Sulbar, kepala sekolah SMA/SMK, perwakilan guru dan siswa, serta pemangku kepentingan terkait. Selain pengenalan program, kegiatan juga diisi dengan edukasi awal mengenai penipuan digital.
Menurut Nehru, rangkaian kelas Scam Ready ASEAN di Sulawesi Barat direncanakan mulai November 2026 mendatang. Program ini melanjutkan upaya penguatan literasi digital yang sebelumnya dilakukan melalui AI Ready ASEAN.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka juga menerima piagam penghargaan atas komitmen Pemprov Sulbar menjalankan program AI Ready ASEAN. Berdasarkan piagam bertanggal 20 Oktober 2026, program itu telah menjangkau 70 satuan pendidikan SMA dan SMK di Sulawesi Barat.
Total penerima manfaat tercatat sebanyak 26.134 orang, terdiri atas 2.839 guru dan 23.295 siswa. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan literasi digital dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan.
“Capaian ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan,” ujar Nehru.
Ia menjelaskan, AI Ready ASEAN dan Scam Ready ASEAN memiliki fokus berbeda, tetapi saling melengkapi. AI Ready ASEAN memperkuat pemahaman mengenai kecerdasan buatan, sedangkan Scam Ready ASEAN menitikberatkan pada kewaspadaan terhadap penipuan digital dan keamanan saat beraktivitas di internet.
Scam Ready ASEAN merupakan bagian dari inisiatif regional yang didukung ASEAN Foundation dan Google.org, dengan Kaizen Collaborative Impact sebagai mitra pelaksana lokal.
Selain meningkatkan pemahaman tentang keamanan digital, Pemprov Sulbar juga terus mendorong agar anak-anak yang tidak lagi mengakses pendidikan memperoleh kesempatan untuk kembali belajar.
Penyerahan beasiswa secara simbolis dalam peluncuran program menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan ATS.
“Kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan mitra program diharapkan dapat membantu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan digital,” ungkapnya.
Nehru menambahkan, melalui penguatan literasi digital dan dukungan pendidikan tersebut, Pemprov Sulbar berupaya mendorong lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga berkarakter, mampu melindungi diri di ruang digital, dan siap menghadapi perubahan zaman.




