Artikelnews.com, Makassar – Memasuki usia ke-26 tahun, Biznet semakin memperkuat investasinya untuk menjawab kebutuhan digital yang terus berkembang di Indonesia. Perusahaan penyedia layanan internet ini tidak hanya memperluas jaringan konektivitas, tetapi juga mengembangkan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta infrastruktur kabel serat optik bawah laut.

Langkah tersebut menandai perubahan kebutuhan industri digital yang kini semakin bergantung pada koneksi berkapasitas besar dan kemampuan pengolahan data. Biznet mengarahkan pengembangan infrastrukturnya untuk mendukung kebutuhan komputasi yang lebih kompleks, terutama seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam berbagai aktivitas bisnis dan pekerjaan.

Salah satu pengembangan terbaru Biznet adalah kehadiran Biznet AI Center di Bali. Fasilitas ini diperkenalkan sebagai pusat data berkonsep AI-Ready Data Center pertama milik Biznet, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Regional Manager Sulawesi Biznet, Okky Wahyudi, menjelaskan bahwa perjalanan perusahaan sejak 2000 diwarnai sejumlah tahapan pengembangan teknologi dan layanan. Dalam konferensi pers di Swiss-Bel Panakkukang, Makassar, Kamis (22/10/2026), ia memaparkan bahwa Biznet pada awalnya lebih berfokus pada layanan untuk segmen perusahaan atau enterprise.

“Bukan 1-2 tahun, Kami sudah hadir mulai dari tahun 2000. Tapi di tahun 2000 itu kami memulai penjualan lebih ke enterprise product, gitu. Di 2001 itu kita memiliki data center sendiri,” ujar Okky saat menjelaskan fase awal perkembangan perusahaan.

Setelah membangun pusat data sendiri, Biznet melanjutkan ekspansi dengan meluncurkan layanan di Singapura pada 2004 dan memperkenalkan layanan Fiber to the Home (FTTH) pada 2007. Menurut Okky, pengembangan FTTH menjadi salah satu tahapan penting karena perusahaan mulai memperluas jangkauan layanan ke segmen pelanggan ritel.

Ekspansi infrastruktur berlanjut melalui peluncuran Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) pada 2024, berupa kabel bawah laut yang menghubungkan antarpulau. “Dan di tahun 2026 ini kami launching Biznet AI Data Center di Bali,” lanjut Okky, menandai fokus baru perusahaan pada infrastruktur yang mendukung kebutuhan komputasi AI.

Sementara itu, President Director Biznet, Adi Kusma dalam keterangannya, mengatakan bahwa kebutuhan digital masyarakat kini telah berkembang melampaui layanan internet semata. “Kami memahami betul bahwa saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini,” ujarnya.

Pengembangan pusat data AI menjadi salah satu respons terhadap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia kerja. Berdasarkan PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 yang dikutip Biznet, sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia dilaporkan telah menggunakan AI untuk pekerjaan mereka dalam 12 bulan terakhir.

Di tengah tren tersebut, Biznet menyoroti pentingnya pusat data yang mampu menangani kebutuhan komputasi berintensitas tinggi. Salah satu spesifikasi yang diangkat dalam pengembangan pusat data AI adalah dukungan kapasitas hingga 145 kilowatt (kW) per rak, yang berkaitan dengan kebutuhan daya perangkat komputasi berperforma tinggi.

Melalui pengembangan jaringan serat optik, kabel bawah laut, dan pusat data AI, Biznet berupaya memperkuat fondasi infrastruktur digital untuk menghadapi kebutuhan teknologi berikutnya. Tantangan selanjutnya adalah memastikan kapasitas tersebut dapat mendukung kebutuhan pelanggan secara andal, seiring semakin luasnya penggunaan AI dan meningkatnya volume pengolahan data di Indonesia.