Artikelnews.com, Parepare — Setelah dilantik oleh Wali Kota Parepare Tasming Hamid pada bulan lalu, Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Parepare Periode 2026–2031 langsung tancap gas. Langkah awal kepengurusan ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) yang dirangkaikan dengan UPGRADING Pengurus, Sabtu (26/9/2026), bertempat di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Parepare.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah Dewan Pembina, Dewan Pakar, serta Pengurus IGI Parepare. RAKERDA menjadi momentum penting untuk menyusun arah gerak organisasi sekaligus memperkuat kapasitas pengurus dalam menjalankan amanah selama periode kepengurusan lima tahun ke depan.

Ketua IGI Parepare Periode 2026–2031, Tamrin, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAKERDA bukan sekadar agenda administratif organisasi, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, menetapkan program kerja, dan membangun komitmen bersama.

“Rapat Kerja menjadi ruang untuk menyatukan visi, menetapkan program kerja, dan membangun komitmen bersama kepengurusan IGI Parepare agar dapat bergerak secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi guru dan dunia pendidikan,” ujar Tamrin.

Menurut guru berprestasi tingkat nasional tersebut, kegiatan upgrading juga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan pengurus agar mampu menjalankan tugas organisasi secara lebih profesional.

“Upgrading menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pengurus, membangun koordinasi, dan meningkatkan kemampuan pengurus dalam menjalankan amanah organisasi,” lanjutnya.

IGI Parepare Didorong Menjadi Bagian dari Transformasi Pendidikan

RAKERDA dan UPGRADING Pengurus IGI Parepare dibuka oleh Dewan Pembina IGI Parepare, Dr. H. Syaiful Mahsan, S.Pt., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasubag TU dan Plt. Kasi Penmad Kemenag Parepare.

Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Pak Syaiful tersebut menekankan bahwa perkembangan dunia pendidikan menghadirkan tantangan baru yang harus direspons secara adaptif oleh para guru dan organisasi profesi.

Ia mendorong IGI Parepare agar tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan pendidikan, tetapi mengambil peran aktif sebagai bagian dari transformasi pendidikan.

Pak Syaiful juga menceritakan pengalamannya ketika pernah menjadi Ketua IGI Parepare. Pada masa itu, berbagai administrasi guru masih banyak menggunakan dokumen berbasis kertas. Namun, perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan.

Saat ini, berbagai aktivitas pendidikan telah bergerak menuju digitalisasi dan bahkan mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran.

Karena itu, ia berharap program kerja IGI Parepare yang dirumuskan dalam RAKERDA mampu menjawab kebutuhan guru dan peserta didik di tengah perubahan zaman.

Upgrading: Mengajar Tanpa Stres dengan Hipnosis dan NLP

Sesi upgrading menghadirkan Dewan Pakar IGI Parepare, Eko Wahyu Ariadi, S.T., M.T., yang juga merupakan Kepala BKPSDMD Kota Parepare.

Ia membawakan materi bertajuk “Mengajar Tanpa Stres, dengan Hipnosis dan NLP.” Materi tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. Pengurus dibekali pengetahuan dan praktik mengenai pengelolaan emosi diri serta teknik komunikasi persuasif yang dapat diterapkan dalam interaksi pembelajaran.

Melalui materi tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan suasana kelas yang lebih tenang, nyaman, dan menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih positif.

Guru tidak hanya dituntut untuk mampu menyampaikan materi, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dan menghadirkan pembelajaran yang membahagiakan serta menginspirasi peserta didik.

Program Kerja Harus Berbasis SMART

Setelah sesi pembukaan dan upgrading, kegiatan dilanjutkan dengan RAKERDA yang dikoordinasikan oleh pengarah atau steering committee, Awaluddin Syaddad, M.Pd., yang juga merupakan Direktur Kaffah Learning Center dan mantan Ketua IGI Parepare.

Dalam arahannya, Awaluddin menekankan agar program kerja yang dirumuskan tidak berhenti pada daftar kegiatan, tetapi memiliki target yang jelas dan dapat diukur.

Ia memperkenalkan prinsip SMART sebagai salah satu acuan dalam penyusunan program, yakni Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-Bound (memiliki batas waktu).

Dengan pendekatan tersebut, setiap bidang diharapkan memiliki program yang realistis, relevan dengan kebutuhan anggota, serta memiliki indikator keberhasilan yang jelas.

Rumuskan Program Strategis untuk Guru dan Pendidikan

Setelah melalui proses pembahasan dan penyusunan bersama, RAKERDA menghasilkan sejumlah rumusan program kerja yang akan menjadi bagian dari arah gerak IGI Parepare Periode 2026–2031.

Beberapa di antaranya meliputi pelatihan manajemen organisasi, penguatan literasi dan numerasi, seminar pendidikan, training talenta, digitalisasi pembelajaran, Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta berbagai program pengembangan kompetensi guru lainnya.

Rangkaian kegiatan RAKERDA dan UPGRADING kemudian ditutup dengan foto bersama antara Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan seluruh Pengurus IGI Parepare.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan IGI Parepare Periode 2026–2031 untuk bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi guru dan dunia pendidikan di Kota Parepare.