Artikelnews, Polman – Tanah Mandar Sulawesi Barat berduka atas wafatnya tokoh ulama sekaligus politikus senior, KH Muhammad Syibli Sahabuddin, Ahad (11/10/2026) malam sekitar pukul 21.45 Wita di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Sulsel.
Almarhum dikenal luas sebagai figur yang memiliki pengaruh kuat di bidang keagamaan, pendidikan, dan politik di tingkat regional bahkan nasional.
Di bidang keagamaan, KH Muhammad Syibli Sahabuddin pernah mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat.
Peran ini menjadikannya salah satu figur umat Islam dalam merawat tradisi keagamaan serta memperkuat toleransi beragama di daerah tersebut.
Selain aktif di organisasi keagamaan, almarhum juga berkecimpung di dunia politik dengan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Barat.
Karier politiknya di tingkat nasional tercatat melalui kiprahnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia periode 2009-2014 dan 2014-2019. Selama bertugas di Senayan, ia aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Barat.
Di sektor pendidikan, Kyai Syibli berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Mandar melalui Universitas Al Asy’ariyah Mandar (Unasman), di mana ia memiliki keterlibatan kuat dalam pengelolaan perguruan tinggi tersebut.
Kepergian almarhum tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat luas di Sulawesi Barat yang selama ini mengenal dedikasi dan rekam jejak pengabdiannya.
Informasi berpulangnya Kyai Syibli beredar di jejaring sosial WhatsApp, Ahad (11/10/2026) malam.
“Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Annangguru KH. Muhammad Syibli Sahabuddin pada jam 21.45 Wita di RS Wahidin Makassar. Insya Allah Husnul Khatimah. Aamiin YRA,” demikian pesan berantai yang dibagikan ke sejumlah grup WhatsApp.
Dimakamkan di Majene
Jenazah Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lembang, Kabupaten Majene, Senin (12/10/2026) seusai salat Asar.
Ia dimakamkan di samping makam ayahnya, KH Sahabuddin, yang merupakan tokoh agama kharismatik di Tanah Mandar.
Prosesi pelepasan jenazah dipandu Ustaz H Mas’ud Shaleh, dengan rangkaian salat jenazah, dzikir dan tahlil, serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Nuhung Ja




