Artikelnews.com, Parepare — PT Kalla Toyota Parepare resmi menyerahkan bantuan CSR berupa satu unit motor metik tipe United MX-1200 yang merupakan realisasi hasil Musrenbang Inklusi-Disabilitas Kota Parepare 2026.
Bantuan fisik tersebut diserahkan oleh Adh Qasim mewakili Idham Khalid Masno, Branch Manager Kalla Toyota Parepare di Kantor Kalla Toyota Parepare, Sabtu (17/10/2026).
Pemberian bantuan ini berselang sehari jelang hari ulang tahun (HUT) ke-74 Kalla Toyota pada 18 Oktober 2026. Sekaligus menjadi bentuk apresiasi, kepedulian dan dukungan Kalla Toyota terhadap program-program Pemerintah Kota Parepare.
Penyerahan bantuan merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan simbolisasi yang diberikan kepada Wali Kota Parepare Tasming Hamid pada saat Malam Ramah Tamah Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Andi Makkasau pada 17 Agustus 2026.
Turut hadir saat penyerahan bantuan, Sekretaris Bappeda Parepare AM Dirham mewakili Kepala Bappeda, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Hanise SH, Lurah Ujung Bulu Hasrah SH mewakili Camat Ujung, Pendamping Rehabilitasi Sosial Sunarti, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Bunga Jumaniah, dan disabilitas penerima realisasi Musrenbang Disabilitas Sahabuddin.
Kepala Bappeda Parepare HA Ardian Asyraq mengapresiasi responsif dan dukungan Kalla Toyota terhadap program-program Pemkot salah satu di antaranya membantu merealisasikan Musrenbang Disabilitas.
“Terima kasih atas respons positif Kalla Toyota Parepare terhadap program-program Pemerintah Kota Parepare, termasuk dukungan bantuan CSR untuk merealisasikan Musrenbang Disabilitas, seperti harapan Bapak Wali Kota. Apresiasi tinggi kami haturkan, sekaligus selamat ulang tahun ke-74 Kalla Toyota, semakin sukses dan jaya selalu,” kata Kepala Bappeda.
SIGAP Disabilitas
Musrenbang Disabilitas Kota Parepare dilaksanakan dengan cara jemput bola atau mendatangi satu persatu rumah peserta Musrenbang Disabilitas. Ini merupakan Inovasi Bappeda Kota Parepare yang diberi nama SIGAP Disabilitas (Sinergi Inklusif Gagasan Aspirasi Pembangunan Disabilitas). Di mana disabilitas yang memiliki kondisi sangat parah sekalipun, tetap memiliki hak dan dapat menyampaikan gagasan dan aspirasinya melalui kunjungan Tim Musrenbang Disabilitas yang terdiri dari Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Kecamatan, Kelurahan, RT, RW, tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha, serta media.




