Artikelnews, Mamuju – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kesiapsiagaan dan pemantauan terhadap potensi bencana kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sulawesi Barat.

Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka melalui koordinasi dan pengendalian Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, dengan mengoptimalkan Posko Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor BPBD Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan Update Laporan Harian Posko Tim 1, pemantauan dilaksanakan selama 12 jam, mulai Senin (15/10/2026) pukul 19.00 WITA hingga Selasa (6/10/2026) pukul 07.00 WITA, di Command Center Pusdalops BPBD Sulbar.

Selama pelaksanaan tugas, personel posko melakukan pemantauan melalui kanal pelaporan dan website BMKG terkait prakiraan cuaca serta perkembangan sebaran titik panas (hotspot) sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi Karhutla.

Selain pemantauan, BPBD Sulbar juga menyiagakan dukungan untuk pelayanan pendistribusian air bersih kepada masyarakat apabila terdapat laporan kebutuhan air bersih.

Namun, pada periode laporan tersebut tidak terdapat laporan pelayanan pendistribusian air bersih, sehingga penerima manfaat dan volume air yang disalurkan tercatat nihil.

Dari sisi kesiapan personel dan sarana, 11 personel Tim 1 ditugaskan di posko, didukung dengan 1 unit mobil tangki air bersih dan 1 unit Light Tower Portable.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan data kejadian dari Pusdalops se-Sulawesi Barat, pada periode 5 sampai 6 Oktober 2026 tidak terdapat kejadian Karhutla yang dilaporkan di wilayah Sulawesi Barat.

Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa kondisi nihil kejadian bukan berarti kewaspadaan diturunkan. Pemantauan terhadap perkembangan cuaca, titik panas dan laporan kejadian tetap dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kita tetap siaga dan melakukan pemantauan secara berkala. Setiap perkembangan informasi dari BMKG maupun laporan kejadian di daerah menjadi dasar bagi BPBD untuk melakukan langkah cepat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Yasir Fattah.

BPBD Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menghadapi potensi kekeringan dan Karhutla.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.