Artikelnews.com, Parepare — Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare mencetak sejarah dengan menggelar wisuda perdana bagi mahasiswa angkatan pertamanya, Sabtu (17/10/2026).
Prosesi wisuda yang berlangsung di Kampus II ITH, Jalan Pemuda, Parepare, itu turut dihadiri penggagas ITH, Wali Kota Parepare pada masanya, Taufan Pawe, beserta Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.
Dari ITH hadir Rektor Prof Dr Ansar Suyuti beserta para Wakil Rektor, jajaran petinggi dan senat, serta sivitas akademika.
Turut hadir Prof Fadjry Djufry, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Kehadiran Taufan Pawe dalam wisuda perdana ITH ini menjadi bagian penting dalam momentum bersejarah bagi perguruan tinggi negeri berbasis teknologi tersebut.
Sementara kehadiran Tasming Hamid menunjukkan dukungan Pemerintah Kota Parepare terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Sebanyak 79 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 ini. Mereka merupakan bagian dari mahasiswa angkatan pertama yang memulai pendidikan di ITH pada 2022.
Para lulusan berasal dari tiga program studi, yakni 32 lulusan Sistem Informasi, 42 lulusan Ilmu Komputer, dan lima lulusan Matematika.
Wisuda perdana ini menjadi tonggak sejarah bagi ITH Parepare setelah melalui perjalanan panjang dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Momentum tersebut sekaligus diharapkan memperkuat peran ITH dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.
Bagi Kota Parepare, keberadaan ITH menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sektor pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan pendidikan di Sulawesi Selatan.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan karakter, serta kemampuan berinovasi bagi lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan mendukung pembangunan daerah.
Tasming Hamid pun mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Dia menilai kelulusan merupakan tahapan penting yang menandai dimulainya tanggung jawab baru dalam kehidupan bermasyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan. Kelulusan ini merupakan tahap penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan saudara-saudara sekalian,” ucap Tasming.
Tasming juga memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan atas doa, dukungan, pengorbanan, serta kepercayaan yang diberikan hingga putra-putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.
Dia mengemukakan, keberhasilan meraih gelar akademik tidak boleh menjadi akhir dari proses belajar. Sebaliknya, kelulusan harus menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Kejarlah ilmu. Kelulusan adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar, yaitu bagaimana ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dapat diterapkan untuk menjawab persoalan kehidupan, menciptakan peluang, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ingat Tasming.
Tasming menilai kompetensi harus berjalan beriringan dengan karakter dan integritas. Penguasaan teknologi perlu disertai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika agar ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dia menegaskan, terdapat tiga kekuatan utama yang perlu dikembangkan generasi muda, yakni kompetensi dan kemampuan berinovasi, karakter dan integritas, serta kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi.
Ketiga aspek tersebut, kata dia, dinilai penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk dalam bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan, teknologi informasi, dan berbagai sektor lainnya.
Tasming berharap para lulusan ITH mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang baru, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan karya yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Dia juga mengajak para wisudawan untuk meneladani semangat Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI yang juga putra Parepare, dalam hal keberanian berinovasi, kemauan untuk terus belajar, kedisiplinan dalam bekerja, dan tekad menghasilkan karya terbaik bagi bangsa.
“Pemerintah tidak hanya membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan, tetapi juga sebagai mitra berpikir, mitra meneliti, dan mitra menemukan solusi bagi persoalan pembangunan,” tegas Tasming.




