Artikelnews.com, Parepare — Tim dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kementerian Pekerjaan Umum Sulawesi Selatan bersama Bappelitbangda Sulawesi Selatan turun ke Kota Parepare menindaklanjuti tahapan Implementasi Strategi Sanitasi Kota Parepare (Milestone IV) dalam Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Kota Parepare Tahun 2026.
Tim melakukan serangkaian kegiatan di Parepare, di antaranya rapat koordinasi bersama Tim Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Parepare di Kantor Bappeda, Kamis (24/9/2026).
Rapat koordinasi membahas monitoring dan evaluasi uji coba Layanan Skala Penuh Kegiatan Sanitasi Tahun 2026, serta persiapan penyusunan bahan Coaching Clinic 7 (CC7).
Dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung progres pelaksanaan kegiatan pada tahap Milestone IV, termasuk capaian, kondisi layanan, permasalahan yang masih ditemukan, serta kebutuhan tindak lanjut.
Di antaranya yang dikunjungi adalah IPALD Hidayatullah, Jamban Individual di Kelurahan Bumi Harapan, Bank Sampah Bumi Harapan, dan TPS3R Kelurahan Lakessi.
Kepala Bidang Perencanaan Praswilek Bappeda Parepare Zainal yang mewakili Kepala Bappeda mengatakan, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, memiliki lima IPALD Komunal, di antaranya satu yang berfungsi baik yakni IPALD Hidayatullah, kapasitas terpakai 32/50 SR. Kemudian satu berfungsi partial yakni IPALD Mandar Peduli, terpakai 83/100 SR, namun sebagian warga/SR telah memutuskan sambungan.
Sementara tidak berfungsi ada tiga IPALD yakni IPALD Bumi Harapan, IPALD Tomappasiddi, dan IPALD RSH. Hal ini disebabkan sebagian besar Sambungan Rumah (SR) sudah tidak menggunakannya lagi.
Peninjauan juga menyasar pembangunan fisik Sanimas (SPADS)/pembangunan jamban individual di wilayah Panroko, Kelurahan Bumi Harapan. Hasil peninjauan menemukan dari empat unit jamban individual yang dibangun progresnya kini sudah 80 persen. Menyisakan sentuhan tahap finalisasi untuk menjadikan progres 100 persen.
Sementara Bank Sampah di Kelurahan Bumi Harapan, dan TPS3R di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, masih menyisakan beberapa catatan yang mesti menjadi atensi untuk dibenahi.

“Karena itu hasil monitoring dan peninjauan lapangan menjadi bahan penting dalam menyusun rekomendasi perbaikan serta mempersiapkan bahan untuk Coaching Clinic 7,” kata Zainal.
Zainal menekankan, peninjauan lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi pelaksanaan layanan sanitasi di lokasi, sehingga hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan benar-benar berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Zainal memaparkan, melalui kegiatan ini, perlu dilihat secara bersama sejauh mana pelaksanaan layanan sanitasi telah berjalan di Parepare, baik dari sisi air limbah domestik maupun persampahan.
“Selain aspek teknis, kita juga perlu memperhatikan aspek kelembagaan, regulasi, pendanaan, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan layanan,” ungkap Zainal.
Dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat, rekomendasi yang konkret, serta rencana tindak lanjut yang jelas sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Strategi Sanitasi Kota Parepare pada tahapan Milestone IV.
Kick Off Meeting SSK Program PPSP 2026
Sebelumnya, Kota Parepare kembali dipilih untuk Pendampingan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman 2026. Kepastian itu setelah dilakukan Kick Off Meeting SSK Program PPSP Tahun 2026 di Bappeda Parepare pada 16 April 2026.
Pertemuan dibuka resmi Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun, dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara daring, di antaranya Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulsel, Kepala Bappelitbangda Sulsel, Kepala Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel.
Pertemuan tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 600.10.6-189 /Kep/Bangda Tanggal 8 April 2026 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 600.10.6-792/Kep/Bangda Tahun 2025 tentang Penetapan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota pada Pelaksanaan Pendampingan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman
Tahun 2026.
Fokus bahasan untuk menyamakan persepsi akan pentingnya
pembangunan sanitasi khususnya di Parepare. Kegiatan ini sebagai upaya percepatan peningkatan Akses Sanitasi Sanitasi Aman dan Pengelolaan Persampahan Berkelanjutan.





