Artikelnews, Mamuju – Sosialisasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju di SMK Negeri 1 Mamuju menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026.
Upaya tersebut diikuti dengan peningkatan jumlah responden, dari sebelumnya 240 orang menjadi 373 orang berdasarkan data hingga hari ini.
Perubahan tersebut menunjukkan penambahan sebanyak 133 responden dibandingkan data sebelum sosialisasi. Dengan target minimal 400 responden, capaian terkini telah mencapai 93,25 persen. Artinya, masih dibutuhkan 27 responden untuk memenuhi target minimal yang ditetapkan.
Peningkatan ini menjadi perkembangan penting dalam upaya Perpusip memperluas jangkauan pengisian survei, khususnya melalui pendekatan langsung ke lingkungan pendidikan. Tim Perpusip Sulbar bersama Perpusip Kabupaten Mamuju turun langsung ke SMKN 1 Mamuju untuk memberikan sosialisasi mengenai tujuan survei dan mendorong pelajar berpartisipasi dalam pengisian kuesioner.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, Syarifuddin, mengharapkan capaian responden dapat melampaui target minimal yang telah ditetapkan. Harapan tersebut menjadi dorongan bagi tim untuk terus mengintensifkan sosialisasi dan memperluas partisipasi masyarakat melalui kolaborasi lintas instansi serta satuan pendidikan.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perpusip Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula mengatakan, keterlibatan pelajar menjadi salah satu langkah strategis untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam pengembangan budaya baca.
“Melalui sosialisasi langsung, responden diharapkan memahami pentingnya survei dan mengisi kuesioner sesuai dengan kondisi serta pengalaman mereka,” kata Mustari Mula, Selasa (13/10/2026).
Bagi Perpusip Sulbar, Survei TKM memiliki arti strategis karena nilai Tingkat Kegemaran Membaca merupakan salah satu indikator dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) instansi. Oleh sebab itu, pengumpulan data survei tidak hanya diarahkan untuk memenuhi target jumlah responden, tetapi juga mendukung tersedianya data yang diperlukan dalam mengevaluasi kondisi kegemaran membaca masyarakat.
Data TKM diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan perpustakaan serta penguatan budaya baca yang lebih tepat sasaran. Dengan data yang memadai, upaya peningkatan literasi dapat direncanakan berdasarkan gambaran kondisi masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan asumsi.
Peningkatan jumlah responden dari 240 menjadi 373 orang juga menjadi momentum bagi tim untuk menjaga keberlanjutan sosialisasi hingga target minimal tercapai dan diupayakan terlampaui. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan survei sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pengumpulan data literasi.
Upaya ini sejalan dengan semangat Gerakan Sulbar Mandarras dalam memperkuat budaya baca dan meningkatkan literasi masyarakat Sulawesi Barat. Melalui partisipasi yang semakin luas dan dukungan data yang memadai, Perpusip Sulbar terus mendorong pengembangan program literasi yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.




